Perkenalkan
nama saya Rafa' Anugrah Putri NIM 240321816174. Tulisan ini ditujukan
untuk pemenuhan tugas individual pada mata kuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif
Pada blog ini akan mereview serta menganalisis kritis sebuah artikel
Artikel berjudul "Types of Purposive Sampling Techniques with Their Examples and Application in Qualitative Research Studies" yang ditulis oleh Nyimbili Friday dan Nyimbili Leah memaparkan berbagai teknik purposive sampling yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Artikel ini bertujuan untuk mereview dan memberikan contoh dari 16 jenis teknik purposive sampling yang telah diperkenalkan oleh Patton pada tahun 1990. Fokus artikel ini adalah pada bagaimana teknik-teknik tersebut diterapkan dalam studi-studi saat ini, khususnya yang berkaitan dengan konteks sosial dan pendidikan.
Analisis:
Purposive sampling adalah teknik yang dipilih secara sengaja oleh peneliti untuk mendapatkan sampel yang kaya informasi terkait tujuan penelitian. Artikel ini menjelaskan bahwa purposive sampling penting dalam memastikan kualitas sampel yang dipilih dan mengurangi bias dalam penelitian kualitatif. Artikel ini juga menekankan bahwa pemilihan teknik sampling bergantung pada pertanyaan penelitian dan desain penelitian, serta mempertimbangkan berbagai faktor seperti karakteristik populasi, heterogenitas, dan kebutuhan representativitas.
Artikel ini memberikan contoh-contoh aplikatif dari teknik-teknik tersebut, termasuk:
1. Extreme case sampling: Memilih kasus-kasus yang paling berhasil dalam konteks penelitian.
2. Deviant case sampling: Memilih kasus yang paling buruk untuk dipelajari.
3. Maximum variation sampling: Memilih sampel dengan karakteristik yang sama tetapi dengan pengalaman yang berbeda.
4. Homogeneous sampling: Mengurangi variasi dengan memilih sampel yang seragam untuk penyederhanaan analisis.
5. Snowball sampling: Menggunakan satu peserta yang kemudian merujuk pada peserta lain dengan karakteristik serupa.
Novelty (Kebaruan):
Kebaruan dari artikel ini terletak pada pembaruan dan penyesuaian teknik purposive sampling dalam konteks modern, terutama dengan mempertimbangkan dampak pandemi dan situasi terkini yang mempengaruhi ketersediaan sampel. Artikel ini menyoroti bagaimana pandemi COVID-19 mengubah dinamika pengambilan sampel, yang pada masa sebelumnya mungkin dianggap tidak tepat, kini dianggap sebagai prosedur baru yang relevan. Selain itu, artikel ini juga menekankan penggunaan alat daring, seperti kalkulator sampel online, untuk mempermudah peneliti dalam menentukan ukuran sampel yang tepat dengan tingkat akurasi tertentu, yang merupakan tren baru dalam metode sampling kualitatif.
Artikel ini memberikan kontribusi praktis yang kuat dengan menjelaskan bagaimana teknik sampling ini dapat diterapkan dalam konteks Afrika dan memberikan panduan yang relevan untuk peneliti pemula.