Perkenalkan nama saya Rafa' Anugrah Putri NIM 240321816174. Tulisan ini ditujukan untuk pemenuhan tugas individual pada mata kuliah Landasan Belajar Fisika
Artikel berjudul "The Effect of STEAM-Based Hybrid Based Learning Model on Students' Critical Thinking Skills" ini bertujuan untuk mengukur pengaruh model pembelajaran berbasis hybrid STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Studi ini dilakukan melalui metode meta-analisis dengan menganalisis data dari 14 penelitian nasional dan internasional yang relevan.
Analisis dan Novelty
1.Penerapan Hybrid Learning Berbasis STEAM pada Pengembangan Berpikir Kritis: Artikel ini berfokus pada model hybrid yang menggabungkan pendekatan STEAM dan hybrid learning untuk memperkuat keterampilan berpikir kritis, yang belum banyak diterapkan pada pendekatan tradisional. Dengan pendekatan ini, siswa belajar memadukan sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika secara holistik, mendorong kreativitas dan analisis kritis.
2. Meta-Analisis yang Komprehensif tentang Efektivitas STEAM Hybrid: Studi ini menggunakan data dari penelitian yang telah dilakukan selama periode 2015-2023 dan menilai efektivitas model hybrid STEAM dengan menghitung nilai effect size. Hasil yang menunjukkan nilai effect size sebesar 1.052 dengan kriteria efek yang kuat memberikan kontribusi baru dalam literatur terkait efektivitas hybrid learning berbasis STEAM, terutama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis.
3. Analisis Heterogenitas dan Bias Publikasi: Artikel ini menggunakan berbagai metode statistik (termasuk uji heterogenitas dan uji bias publikasi) untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil. Ini adalah langkah yang jarang dilakukan dalam penelitian pendidikan, yang umumnya tidak menekankan pada analisis bias publikasi, sehingga menambah nilai kebaruan metodologis.
4. Pendekatan yang Memadukan Pembelajaran Daring dan Tatap Muka: Penggunaan model hybrid memungkinkan fleksibilitas bagi siswa untuk belajar secara daring dan tatap muka, yang membantu mengatasi kendala pembelajaran tradisional yang cenderung hanya tatap muka atau sepenuhnya daring. Hal ini memberikan kontribusi bagi pengembangan metode pembelajaran yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan siswa di era digital.
Kesimpulan
Artikel ini menunjukkan bahwa model pembelajaran hybrid berbasis STEAM secara signifikan dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Novelty utama artikel ini terletak pada integrasi pendekatan STEAM dengan hybrid learning dalam konteks meta-analisis yang menyeluruh, memastikan hasil yang lebih valid dan aplikatif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar