Minggu, 06 Oktober 2024

Review Artikel: The Effect of Online Guided Inquiry Laboratory toward Students' Critical Thinking Ability

Perkenalkan nama saya Rafa' Anugrah Putri NIM 240321816174. Tulisan ini ditujukan untuk pemenuhan tugas individual pada mata kuliah Metodologi Penelitian Kuantitatif

Pada blog ini akan mereview serta menganalisis kritis sebuah artikel
 
Judul
The Effect of Online Guided Inquiry Laboratory toward Students' Critical Thinking Ability

Pengarang
Roana, I., Suana, W., Nyeneng, I., & Herlina, K. (2022). The effect of online guided inquiry laboratory toward students’ critical thinking ability. Integrative Science Education and Teaching Activity Journal, 3(1), 70-80.
 
Link artikel : The Effect of Online Guided Inquiry Laboratory toward Students' Critical Thinking Ability 

Novelty

Artikel ini menawarkan inovasi dalam penelitian pendidikan, yaitu mengeksplorasi efektivitas laboratorium berbasis guided inquiry dalam pembelajaran daring untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Inovasinya terletak pada kombinasi metode laboratorium guided inquiry yang dipadu dengan platform pembelajaran daring, seperti Google Classroom, dan simulasi PhET, untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada materi elastisitas fisika. Penelitian ini relevan karena berfokus pada kebutuhan peningkatan kemampuan berpikir kritis di era pembelajaran daring yang mendominasi selama pandemi COVID-19.

Kelebihan

1. Desain Penelitian yang Jelas: Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest-posttest, yang membantu mengukur efektivitas intervensi secara spesifik.

2. Indikator Berpikir Kritis yang Terukur: Penelitian ini menggunakan lima indikator berpikir kritis (menganalisis argumen, bertanya dan menjawab, induksi, pertimbangan, dan tindakan), yang dianalisis dengan n-gain untuk menunjukkan peningkatan pada masing-masing indikator.

3. Penerapan Teknologi dalam Pembelajaran: Penggunaan PhET dan Google Classroom memberikan kontribusi nyata dalam simulasi eksperimen virtual, yang relevan dan mudah diakses bagi siswa dalam situasi pembelajaran daring.

4. Analisis Statistik yang Mendalam: Data diuji menggunakan analisis paired sample t-test dan n-gain untuk menilai efektivitas intervensi, serta uji normalitas untuk memastikan data yang diperoleh dapat dianalisis dengan statistik parametrik.

Kekurangan

1. Keterbatasan Generalisasi: Karena desain penelitian ini berbasis one-group pretest-posttest tanpa kelompok kontrol, hasilnya mungkin kurang dapat digeneralisasi. Menghadirkan kelompok kontrol dapat memperkuat validitas internal penelitian.

2. Metode Eksperimen Terbatas pada Subjek Spesifik: Penelitian ini hanya dilakukan pada dua kelas IPA di MAN 1 Central Lampung, sehingga keterbatasan populasi dapat mempengaruhi hasil jika diterapkan pada populasi yang lebih luas atau dengan materi pelajaran yang berbeda.

3. Kurangnya Pengukuran Jangka Panjang: Artikel ini tidak membahas dampak jangka panjang dari metode ini terhadap keterampilan berpikir kritis. Mungkin dibutuhkan penelitian lanjutan untuk melihat apakah peningkatan yang diamati bersifat sementara atau berkelanjutan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Esai Kecil STEAM

Haloo, perkenalkan saya Rafa' Anugrah Putri NIM 240321816174 disini saya akan menyajikan esai kecil dalam penugasan mata kuliah Landasan...